/

November 28, 2025

Infrastruktur AI Berperforma Tinggi: Mengapa Perusahaan Besar Membutuhkan Hitachi iQ with NVIDIA HGX

HItachi HGX

Dunia bisnis sedang bergerak menuju fase baru dimana kecerdasan buatan bukan lagi eksperimen, tetapi sudah menjadi mesin pendorong inovasi dan efisiensi. Model AI semakin besar, analitik semakin kompleks, dan kebutuhan real-time semakin mendesak untuk membuat infrastruktur komputasi tradisional  tidak lagi mampu mengikuti kecepatannya. Di tengah perubahan ini, perusahaan mulai mencari fondasi yang benar-benar siap menghadapi lonjakan kebutuhan komputasi modern. 

Disinilah Hitachi HGX mulai muncul sebagai pusat perhatian. Bukan hanya karena performanya yang ekstrim, tetapi juga karena platform ini menawarkan pendekatan baru dalam membangun infrastruktur AI yang aman, scalable, dan siap untuk model generasi berikutmya. Namun bagaimana sebenarnya peran Hitachi HGX dalam menjawab tantangan AI di perusahaan besar dan mengapa semakin banyak enterprise mulai mempertimbangkan arsitektur ini sebagai fondasi strategis masa depan mereka. 

Artikel ini akan mengupas tuntas alasan di balik meningkatnya kebutuhan infrastruktur AI berperforma tinggi mulai dari kompleksitas beban kerja modern hingga bagaimana Hitachi iQ with NVIDIA HGX menawarkan solusi menyeluruh untuk menghadapi era AI skala besar.

Rangkuman Artikel (Versi Singkat)

  • Hitachi HGX menjadi fondasi penting bagi perusahaan yang membutuhkan performa AI tinggi untuk LLM, computer vision, RAG, dan analitik real-time.
  • Infrastruktur AI modern memerlukan compute paralel, latency rendah, dan data pipeline cepat, yang tidak dapat dipenuhi server tradisional.
  • Hitachi iQ with NVIDIA HGX menawarkan performa GPU ekstrem, storage paralel, keamanan enterprise-grade, dan kemampuan scale untuk AI produksi.
  • Use case utama mencakup LLM internal, RAG, analitik data besar, fraud detection, dan quality control otomatis di industri.
  • Investasi tepat jika perusahaan memiliki kebutuhan data sensitif, skala operasional besar, dan roadmap AI jangka panjang dengan model generasi berikutnya.

Tantangan Infrastruktur AI di Perusahaan Besar yang Makin Kompleks

GPU

Perusahaan enterprise saat ini membutuhkan fondasi komputasi yang lebih kuat untuk beban kerja AI, Big Data, dan aplikasi real-time seperti ERP, CRM, dan databases transaksi. Hal ini karena sudah memasuki era baru dimana AI generatif, analitik real-time, machine learning skala besar, hingga pemrosesan data multiformat. McKinsey menunjukkan bahwa permintaan untuk “AI-ready data center capacity” diproyeksikan tumbuh rata-rata 33% per tahun antara 2023–2030. Infrastruktur data center sekarang perlu siap mendukung beban AI, bukan hanya storage/traditional workloads. Berikut beberapa alasan utama yang terkait dengan tantangan infrastruktur AI di perusahaan besar yang semakin kompleks:

  1. AI dan big data membutuhkan kapasitas komputasi yang sangat besar untuk memproses data dalam volume besar dengan kecepatan tinggi, terutama untuk pelatihan model AI dan melanjutkan secara real-time. Ini memerlukan hardware khusus seperti GPU dan TPU yang kuat serta pusat data yang handal dan skalabel agar bisa menampung dan mengelola data besar secara efisien.
  2. Beban kerja AI dan aplikasi real-time membutuhkan latensi rendah dan kecepatan konektivitas tinggi agar pengambilan keputusan berbasi data bisa berjalan cepat dan tepat waktu. Infrastruktur yang tua dan tidak kompatibel akan sulit memenuhi kebutuhan ini, sehingga perusahaan harus mengupdate atau membangun fondasi IT yang lebih modern dan fleksibel, termasuk penggunaan cloud computing yang mendukung skalabilitas dan efisiensi biaya. 
  3. Integrasi AI ke dalam ekosistem IT yang sudah ada seringkali menimbulkan tantangan besar karena sistem lama mungkin tidak didesain untuk mendukung AI secara optimal. Hal ini mengharuskan pengembangan infrastruktur yang dapat mendukung interoperabilitas, keamanan data, serta manajemen kualitas data yang baik untuk memastikan AI berfungsi dengan efektif dan aman.
  4. Ketersediaan jaringan internet yang cepat dan stabil sebagai prasyarat agar aplikasi AI dan big data dapat berjalan tanpa hambatan, terutama untuk aplikasi real-time yang mengandalkan data aktual dan respon cepat. Keterbatasan jaringan bisa menghambat adopsi AI secara luas ke seluruh unit bisnis dan wilayah operasional perusahaan. 

Infrastruktur generasi lama tidak mampu memenuhi tuntutan tersebut. Perusahan harus mengadopsi fondasi komputer era baru, termasuk GPU cluster, interkoneksi berkecepatan tinggi, dan AI ready architecture untuk memastikan AI benar-benar memberikan value maksimal. Oleh sebab itu, perusahaan besar perlu fondasi komputasi yang kuat dan modern untuk menghadapi kompleksitas kebutuhan AI, Big Data, dan aplikasi real-time agar bisa memaksimalkan efisensi, kecepatan pengolahan data, keamanan, dan skalabilitas yang diperlukan dalam lingkungan bisnis yang dinamis dan kompetitif saat ini.

Mengapa GPU Akselerasi Menjadi Standar Baru untuk Beban Kerja AI

ekosistem Hitachi HGX

Perusahaan membutuhkan akselerasi komputasi khususnya untuk training dan inferensi model besar seperti Large Language Model (LLM), computer vision, dan Retrieval-Augmented Generation (RAG) karena beban kerja ini sangat kompleks dan memerlukan kemampuan komputasi paralel yang tinggi. GPU (Graphics Processing Unit) menjadi standar baru untuk akselerasi ini karena ribuan core kecil yang dapat bekerja simultan , memungkinkan proses pelatihan model AI yang melibatkan operasi matriks besar dilakukan jauh  lebih cepat daripada CPU. Hal ini secara signifikan mengurangi waktu pelatihan dari berminggu-minggu menjadi hitungan hari atau jam saja, meningkatkan produktivitas dan kecepatan iterasi model AI. 

Dibandingkan akselerator AI khusus lainnya, GPU menawarkan fleksibilitas dan kapabilitas yang lebih luas untuk beban kerja AI, dari pelatihan hingga inferensi, yang menjelaskan mengapa GPU telah menjadi pilihan utama dalam industri AI di perusahaan besar. Selain itu, dukungan ekosistem, efisiensi energi generasi baru GPU telah menjadi pilihan utama dalam industri AI di perusahaan besar. Selain itu, dukungan ekosistem, efisiensi energi generasi baru GPU, dan ketersediaan GPU cloud memungkinkan perusahaan skala besar mempercepat pengembangan model AI dengan biaya yang lebih efisien dan skalabilitas yang lebih baik.

Kesimpulannya, GPU akselerasi menjadi standar baru untuk beban kerja AI karena kemampuannya dalam mempercepat pelatihan dan inferensi model besar secara signifikan, efisiensi dalam penggunaan memori dan energi, serta dukungan ekosistem teknologi luas yang dibutuhkan oleh perusahaan dalam mengelola  aplikasi AO modern berukuran besar dan kompleks.

Mengenal Hitachi iQ with NVIDIA HGX sebagai Fondasi Infrastruktur AI Modern

Di era AI generatif, multimodal, dan analitik real-time, perusahaan besar menghadapi tantangan infrastruktur yang jauh lebih kompleks dibanding satu dekade lalu. Model AI semakin besar, data semakin cepat, dan kebutuhan operasional semakin menuntut respons real-time. Untuk menjawab tantangan ini, dibutuhkan platform komputasi yang tidak hanya powerful, tetapi juga stabil, aman, scalable, dan enterprise-grade.

Salah satu solusi yang semakin diadopsi perusahaan global adalah Hitachi iQ with NVIDIA HGX sebuah kombinasi perangkat keras dan perangkat lunak yang dirancang khusus untuk menghadirkan performa AI level tertinggi dengan standar keamanan dan keandalan kelas enterprise.

Hitachi IQ with NVIDIA HGX adalah solusi infrastruktur AI terintegrasi dari Hitachi Vantara yang menggabungkan perangkat keras AI-ready seperti GPU NVIDIA HGX H100/H200, penyimpangan Hitachi Content Software for File (HCSF), jaringan NVIDIA, dan server manajemen untuk mendukung beban kerja AI modern secara end-to-end. Solusi ini dirancang sebagai fondasi yang siap pakai, memungkinkan perusahaan deploy AI lebih cepat tanpa integrasi rumit, dengan performa tinggi untuk pelatihan model generatif, inferensi, RAG, dan analitik skala besar. 

Keunggulan Utama

  • H100/H200 Tensor Core GPU untuk training & inference yang jauh lebih cepat
  • NVLink / NV Switch bandwidth sangat tinggi untuk komunikasi CPU-ke-GPU
  • HBM3/HBM3E memory yang besar untuk model AI modern yang masif
  • Kapasitas hingga 1 TB+ GPU memory per node (pada konfigurasi 8-GPU HGX)

Dengan pondasi HGX, Hitachi iQ mampu mendukung workload seperti:

  • Training LLM internal
  • Fine-tuning model khusus perusahaan
  • AI untuk imaging & analisis video
  • Real-time large-scale inference

Bagi organisasi yang beroperasi di industri dengan regulasi ketat seperti kesehatan, keuangan, pemerintahan, atau manufaktur Hitachi iQ menawarkan lingkungan AI yang terkontrol, aman, dan sesuai kebijakan corporate. Solusi ini dapat berjalan di lingkungan private/on-prem sehingga data sensitif tetap berada dalam perimeter perusahaan. Selain itu, integrasi dengan sistem keamanan internal, IAM, monitoring, dan governance yang sudah ada menjadikannya platform yang sesuai untuk migrasi AI dari tahap pilot menuju produksi.

Dengan performa tinggi, keamanan enterprise, dan kemampuan scale yang fleksibel, Hitachi iQ with NVIDIA HGX menjadi kandidat kuat sebagai fondasi infrastruktur AI modern. Solusi ini memberikan perusahaan kemampuan untuk membangun, menjalankan, dan memperluas inisiatif AI secara berkelanjutan tanpa mengorbankan stabilitas, keamanan, atau kepatuhan.  Bagi enterprise yang ingin mendorong transformasi AI secara serius, Hitachi iQ adalah salah satu platform yang paling siap digunakan untuk masa depan AI.

Keunggulan Arsitektur Hitachi iQ untuk Training dan Inference Model AI Generasi Baru

kelebihan hitachi

Dalam era AI yang semakin kompetitif, keberhasilan organisasi tidak lagi hanya ditentukan oleh kemampuan mengembangkan model AI, tetapi juga oleh fondasi infrastruktur yang menampung seluruh pipeline AI. Arsitektur HItachi iQ dirancang untuk menjawab tantangan utama dalam menjalankan model AI generasi baru, mulai dari LLM, model computer vision, hingga generative AI yang membutuhkan compute masif dan aliran data yang stabil. Dengan memanfaatkan platform NVIDIA HGX (H100/H200) sebagai inti komputasi, HItachi iQ memberikan performa sangat tinggi dengan bandwidth GPU-to-GPU yang konsisten, menjadikannya ideal untuk training model besar maupun inference berkecepatan tinggi. Kombinasi ini memungkinkan organisasi memprose model kompleks dengan lebih cepat dan lebih efisien.

Arsitektur Hitachi iQ memberikan keunggulan yang tidak dimiliki infrastruktur standar. Berikut penjelasan lengkapnya:

1. Performa GPU Maksimal untuk Model Besar

Hitachi iQ dioptimalkan untuk platform NVIDIA HGX, memastikan training dan inference berjalan lebih cepat, stabil, dan efisien. Integrasi NVLink, PCIe Gen4/Gen5, serta Tensor Core menjadikan proses komputasi AI jauh lebih cepat dibanding server tradisional.

2. Storage Berkecepatan Tinggi untuk Data Pipeline AI

Hitachi iQ menyediakan storage paralel low-latency dengan throughput besar, sehingga proses:

  • loading dataset
  • pre-processing
  • embedding generation
  • inferensi

dapat berjalan tanpa bottleneck, terutama pada model LLM dan computer vision.

3. Mendukung Distributed Training untuk Model Skala Besar

Arsitektur ini siap untuk multi-GPU dan multi-node training. Dengan interconnect berkecepatan tinggi (InfiniBand & 200/400GbE), perusahaan dapat melatih model besar atau melakukan fine-tuning secara efisien.

4. Inference Real-Time dengan Latency Rendah

Hitachi iQ mampu menangani permintaan inferensi dalam skala besar ideal untuk chatbot enterprise, RAG, analitik video, dan AI operasional yang membutuhkan respons <100ms.

5. Keamanan & Compliance untuk Data Sensitif

Dirancang untuk sektor yang menuntut privasi tinggi seperti healthcare, banking, dan pemerintahan. Hitachi iQ mendukung:

  • enkripsi penuh
  • akses tersegmentasi
  • private AI cluster
  • kepatuhan regulasi

sehingga data sensitif tidak pernah meninggalkan lingkungan aman perusahaan.

6. Manajemen & Automasi Enterprise-Grade

Hitachi iQ menyediakan platform observability dan automation yang memudahkan tim IT mengelola cluster GPU dengan mudah: monitoring, job scheduling, provisioning, hingga lifecycle management.

7. Efisiensi Energi & Biaya Jangka Panjang

Dengan desain densitas tinggi, cooling optimal, dan efisiensi komputasi GPU, Hitachi iQ memberikan TCO yang lebih rendah dibanding infrastruktur tradisional atau cloud publik untuk workload AI berat.

8. Future-Ready untuk Model AI Generasi Berikutnya

Arsitektur modular Hitachi iQ mendukung pertumbuhan model AI yang semakin besar termasuk LLM 200B–500B, multimodal, dan aplikasi autonomous. Platform ini siap mengakomodasi inovasi AI 5–10 tahun ke depan.

Dengan kombinasi tersebut, Hitachi iQ menjadi fondasi infrastruktur AI modern yang mampu menjalankan model AI besar secara cepat, aman, dan stabil baik untuk kebutuhan training internal maupun inference real-time dalam skala enterprise. 

Use Case Nyata: Dari LLM hingga Analitik Data Intensif di Lingkungan Enterprise

GPU for AI

Inisiatif AI di perusahaan kini berkembang jauh lebih cepat dibanding infrastruktur tradisional yang mereka miliki. Model semakin besar, data semakin kompleks, dan kebutuhan real-time semakin kritis. Hitachi iQ with NVIDIA HGX hadir sebagai fondasi performa tinggi yang memungkinkan berbagai use case AI skala enterprise dijalankan secara aman, cepat, dan efisien.

Berikut adalah rangkaian use case nyata yang memanfaatkan arsitektur HGX untuk workload AI generasi baru.

1.Large Language Models (LLM) Internal Enterprise

    Perusahaan semakin banyak membangun atau melakukan fine-tuning LLM internal baik untuk kebutuhan:

    • analisis dokumen,
    • knowledge assistant,
    • summarization,
    • pencarian semantik,
    • chatbot internal untuk data sensitif.

    Contoh aplikasi: LLM internal untuk membaca kebijakan perusahaan, notulen, laporan keuangan, dan dokumen legal tanpa perlu mengirim data ke cloud publik.

    2. RAG (Retrieval-Augmented Generation) untuk Dokumentasi Perusahaan

      RAG semakin populer untuk menggabungkan kemampuan LLM dengan data perusahaan yang real-time. Workflow RAG sangat bergantung pada:

      • data ingestion cepat,
      • vector database performa tinggi,
      • inferensi GPU yang responsif.

      Contoh aplikasi: RAG untuk membantu analis compliance membaca ribuan regulasi dan SOP dalam hitungan detik.

      3. Computer Vision untuk Industri & Keamanan

        Perusahaan manufaktur, retail, logistik, dan kesehatan menggunakan AI vision untuk:

        • quality control otomatis
        • deteksi cacat produk
        • analitik CCTV real-time
        • penghitungan inventaris otomatis
        • deteksi fraud visual
        • pengenalan objek & aktivitas mencurigakan

        Contoh aplikasi: QC otomatis di pabrik melalui analitik video berbasis AI dan Analisis kamera lalu lintas real-time untuk smart city.

        4. Analitik Data Intensif untuk Pengambilan Keputusan Cepat

          AI dipakai untuk analitik data berskala besar seperti:

          • prediksi permintaan (demand forecasting)
          • optimasi supply chain
          • analisis risiko dan fraud detection
          • segmentasi pelanggan otomatis
          • real-time financial monitoring
          • operational analytics di pabrik & IoT

          Proses analitik intensif ini membutuhkan cluster komputasi paralel dan storage ber-throughput tinggi kemampuan yang tidak dimiliki server tradisional.

          5. Risk Analytics & Fraud Detection

          Industri finansial menjalankan model yang sangat berat seperti:

          • graph neural networks (GNN) untuk fraud,
          • time-series forecasting besar,
          • simulasi risiko portofolio skala besar,
          • real-time transaction scoring.

          Contoh aplikasi: Model AI yang mendeteksi transaksi mencurigakan dalam milidetik.
          Hitachi iQ with NVIDIA HGX membuka peluang bagi perusahaan untuk menjalankan berbagai use case AI modern mulai dari LLM, RAG, computer vision, hingga analitik data berskala besar dengan performa tinggi, keamanan enterprise, dan arsitektur data-centric yang stabil. Solusi ini memastikan AI tidak lagi sekadar eksperimen, tetapi benar-benar menjadi kapabilitas produksi yang meningkatkan nilai bisnis secara nyata.

          kelebihan hitachi

          Investasi pada infrastruktur AI seperti Hitachi iQ with NVIDIA HGX bukan sekadar pembelian hardware, tetapi keputusan strategis yang berpengaruh pada kesiapan organisasi dalam menjalankan AI di skala enterprise. Agar implementasi memberikan hasil maksimal, perusahaan perlu melihat aspek teknis sekaligus pertimbangan bisnis jangka panjang. Berikut adalah kriteria utama yang perlu dianalisis sebelum berinvestasi pada platform AI kelas enterprise ini.

          1. Kesesuaian dengan Use Case AI

          Pastikan workload perusahaan memang membutuhkan performa kelas HGX misalnya LLM, computer vision skala besar, RAG internal, atau analitik risiko intensif. Jika AI akan menjadi kapabilitas inti dan bukan sekadar PoC, maka platform seperti Hitachi iQ lebih tepat dibanding infrastruktur umum.

          2. Kepatuhan dan Keamanan Data

          Evaluasi apakah data perusahaan sensitif atau tunduk regulasi. Hitachi iQ cocok untuk organisasi yang harus menjaga data tetap di lingkungan private/on-prem, membutuhkan auditability penuh, dan integrasi dengan kebijakan keamanan enterprise.

          3. Kesiapan Infrastruktur Data

          Periksa apakah storage, pipeline data, dan throughput jaringan sudah mampu mengimbangi kebutuhan GPU. Arsitektur data-centric Hitachi iQ hanya optimal bila perusahaan siap menyediakan aliran data yang cepat dan stabil.

          4. Skalabilitas Jangka Panjang

          Pertimbangkan roadmap AI 1–3 tahun ke depan. Jika perusahaan berencana memperluas dari pilot ke produksi, Hitachi iQ memberikan fleksibilitas scale-up dan scale-out tanpa overhaul arsitektur.

          5. Total Cost of Ownership (TCO)

          Analisis biaya investasi, operasi (listrik & cooling), perawatan, dan SLA vendor. Bandingkan dengan hidden cost di cloud publik seperti egress fee. Hitachi menawarkan opsi pembiayaan yang lebih fleksibel untuk kebutuhan enterprise.

          6. Integrasi dengan Ekosistem TI

          Pastikan platform mudah terhubung dengan IAM, SIEM, monitoring, orkestrasi AI, serta storage existing. Hitachi iQ ideal untuk organisasi yang membutuhkan integrasi mulus dan operasional yang terstandarisasi.

          7. Kapabilitas SDM & Operasional

          Hitachi iQ membutuhkan kesiapan tim dalam DevOps/ML Ops, data engineering, dan manajemen cluster GPU. Jika belum siap, perusahaan dapat mempertimbangkan dukungan implementasi dan managed service dari partner.Investasi pada Hitachi iQ with NVIDIA HGX tepat bagi perusahaan yang ingin menjalankan AI dalam skala besar, aman, dan penuh kontrol. Dengan mempertimbangkan kesiapan use case, kebutuhan data, aspek regulasi, skalabilitas, dan TCO, perusahaan dapat memastikan bahwa investasi ini menjadi fondasi jangka panjang untuk membangun kapabilitas AI yang kompetitif.

          Di tengah transformasi AI yang semakin cepat, perusahaan membutuhkan fondasi infrastruktur yang tidak hanya bertenaga, tetapi juga aman, stabil, dan siap scale. Hitachi iQ with NVIDIA HGX hadir sebagai jawaban atas kebutuhan tersebut menggabungkan performa GPU kelas dunia, arsitektur data-centric, dan integrasi enterprise yang matang. Dengan platform ini, organisasi dapat mempercepat perjalanan AI mereka dari tahap eksperimen menuju implementasi produksi yang benar-benar memberikan nilai bisnis.

          Investasi pada infrastruktur AI bukan sekadar pembelian hardware, tetapi komitmen jangka panjang untuk membangun kapabilitas digital yang kompetitif. Hitachi iQ memastikan perusahaan memiliki pondasi yang tepat untuk mengembangkan LLM, analitik data besar, computer vision, hingga generative AI secara aman dan efisien. Dengan memilih platform yang tepat sejak awal, perusahaan dapat mempercepat inovasi dan mengurangi risiko di masa depan.

          Siap membangun fondasi AI enterprise Anda?
          Eksplorasi bagaimana Hitachi iQ with NVIDIA HGX dapat mempercepat performa AI perusahaan Anda, mulai dari LLM hingga analitik data berskala besar.

          From the same category